Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Cara Meningkatkan CTR Website Anda

Ctr

Halaman-halaman website Anda sudah berada di halaman pertama di hasil penelusuran Google untuk berbagai kata kunci (keyword). Akan tetapi, website Anda belum juga mencapai jumlah trafik yang memuasakan. Ini adalah pertanda jika website Anda memiliki CTR yang sangat rendah, padahal ctr itu sendiri adalah rata-rata persentase tayangan yang menghasilkan klik.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan CTR secara organik website Anda?

Angka impression halaman website Anda sudah tinggi, tetapi jumlah click through rate (CTR) masih rendah. Anda pasti mulai bertanya-tanya di dalam hati, apa ya yang salah dengan optimasi SEO yang sudah saya terapkan?. Sebelum menyelidiki apa yang salah dengan teknik SEO Anda, anda sebaiknya mempelajari dan memahami apa itu click through rate (CTR) dan impression serta cara meningkatkan CTR terlebih dahulu.

Apa Itu CTR?

Click Through Rate (CTR) adalah rasio yang menghasilkan jumlah klik terhadap jumlah impression. Biasanya klik bersumber dari hasil pencarian organik. Sedangkan impression adalah jumlah munculnya halaman website Anda di hasil pencarian Google.

Bagaimana Cara Menghitung CTR?

Contoh, impresi halaman website Anda untuk kata kunci “cara membuat artikel” adalah 1000 dan jumlah klik yang anda dapatkan adalah 100. Maka angka CTR Anda adalah 10 persen. Dibawah ini adalah rumus menghitung CTR.

Mendapatkan angka organic click through rate (CTR) yang tinggi merupakan hal yang sangat di sukai bagi semua pemilik website atau blog. Sebab organic CTR mendominasi pendapatan klik di hasil pencarian Google dan menghasilkan klik di website anda.

Menurut riset WordStream, 62,20 persen klik di hasil pencarian Google di desktop didapatkan dari organic CTR. Di perangkat mobile, organic CTR juga mendominasi jumlah klik sebesar 40,90 persen.

Selain itu, organic CTR yang tinggi juga memberikan sinyal yang bagus kepada Google. Google menilai halaman website dengan organic CTR tinggi sebagai halaman yang relevan dan solutif bagi para pencari.

Masalahnya adalah mendapatkan angka persentasi organic CTR tinggi tidak mudah, mengingat semua orang menginginkannya. Bahkan ketika halaman website Anda sudah muncul di halaman pertama hasil pencarian Google tidak menjamin angka organic CTR anda yang tinggi.

Memperoleh organic CTR tinggi memang sulit, tetapi bukan hal mustahil jika Anda tahu caranya. Ada banyak cara meningkatkan CTR yang dapat Anda mempraktekkannya secara langsung. Di bawah ini akan saya jelaskan mengenai 10 Cara Meningkatkan organic CTR Website Anda.

Cara Meningkatkan CTR Website Anda

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, muncul di halaman pertama hasil pencarian Google saja tidak menjamin organic CTR anda yang tinggi. karena Anda juga perlu menargetkan setidaknya peringkat pertama sampai ketiga di hasil pencarian Google. Peringkat pertama, kedua, dan ketiga hasil pencarian Google mendominasi organic CTR dengan angka 20,5 persen, sampai 13,32 persen, dan 13,14 persen (secara berurutan).

Berikut adalah sepuluh cara efektif untuk meningkatkan organic CTR website Anda:

1. Pahami Audiens Anda ( pengunjung blog )

Kesalahan pertama :

Dan yang paling sering dilakukan oleh para pemilik website atau blog pemula adalah tidak memahami audiens yang akan dijangkau. Sering kali penulis menentukan topik yang akan ditulis berdasarkan penilaian subjektif saja, tanpa mempertimbangkan apa yang diinginkan oleh pembaca.

Di sinilah pentingnya melakukan riset keyword sebelum membuat konten. Membuat konten tanpa riset keyword bisa berakibat fatal pada satu dari dua hal berikut ini. Pertama, tidak ada orang mencari topik yang Anda tulis di pencarian Google.

Misalnya, Anda ingin menulis tentang “cara membuat blog”, tetapi ternyata orang yang mencari kata kunci tersebut di Google sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali. Haruskah Anda menulis konten dengan keyword tersebut? Jika Anda ingin mengharapkan organic CTR yang tinggi, tentu disarankan anda untuk menulis topik lain.

Kesalahan kedua : jika menulis konten tanpa melakukan riset keyword adalah apa yang Anda tulis tidak sesuai maksud atau search intent dari para pencari. Search intent atau maksud pencarian adalah apa yang diinginkan oleh kebanyakan pencari terhadap salah satu kata kunci tertentu. Satu kata kunci bisa dimaksudkan untuk dua hal yang berbeda atau lebih.

Misalnya, ketika memasukkan kata kunci “mouse”, halaman teratas di hasil pencarian Google adalah mouse untuk komputer, bukan pointer mouse. Hal ini bisa terjadi karena kebanyakan pengguna Google mencari kata kunci ''mouse” bermaksud untuk mencari mouse untuk komputer, bukan lata pointer mouse. Jadi Google mengutamakan halaman website yang sesuai dengan search intent mayoritas pengguna.

2. Tingkatkan Kualitas Judul dan Meta Description

Ketika pengguna Google melakukan pencarian, mereka hanya memerlukan beberapa detik saja untuk menentukan halaman website mana yang akan dikunjungi. Artinya Anda punya waktu yang sangat sedikit untuk menarik perhatian pengguna Google.

Berdasarkan riset Copyblogger, hanya 20 persen orang yang membaca judul artikel dan membaca kontennya, sedangkan 80 persen sisanya hanya membaca judul tanpa membacanya sama sekali.

Temuan di atas menunjukkan betapa pentingnya sebuah judul untuk sebuah artikel. Apalagi hasil pencarian Google hanya menampilkan judul konten dan ringkasan singkat halaman website (meta description). Jadi Anda harus bisa menarik perhatian calon pembaca melalui judul artikel dan meta description.

Salah satu trik efektif untuk membuat judul menarik adalah dengan menambahkan angka di judul. Seperti judul artikel ini, yaitu Tingkatkan Organic CTR dengan 5 Cara Ini atau 15+ Contoh Blog dan Website Pribadi Inspiratif.

Orang-orang akan lebih tertarik pada artikel-artikel dengan model listicle karena mereka tahu berapa banyak poin penting yang akan didapatkan dari suatu artikel. Menurut Content Marketing Institute, judul artikel blog yang menggunakan angka menghasilkan performa organic CTR 45 persen lebih baik dibanding yang tidak menggunakan angka sama sekali.  

Tidak hanya memanfaatkan angka, judul artikel blog yang menarik juga harus memenuhi beberapa kriteria. Temukan kriteria dan trik membuat judul artikel menarik lainnya di 10+ Langkah Mudah Membuat Judul Artikel Blog Menarik.

Selain judul artikel, Anda juga perlu menaruh perhatian besar pada meta description. meta description adalah teks singkat yang menjelaskan tentang konten Anda di hasil pencarian. Teks ini terletak tepat di bawah judul dan URL artikel.

Panjang ideal meta description adalah maksimal 130 karakter. Lebih dari 130 karakter, Google akan secara otomatis memotong meta description Anda. Anda bisa mengubah meta description menggunakan plugin Yoast SEO. Yoast SEO akan memberikan peringatan jika meta description Anda melebihi kapasitas seharusnya.  

3. Manfaatkan Structured Markup

Ketika melakukan pencarian di Google, mungkin Anda pernah menemukan hasil pencarian seperti di bawah ini. Selain judul, URL, dan meta description, halaman website ini juga menampilkan rating.

Rating di atas adalah salah satu bentuk dari structured markup. Structured markup atau sering juga disebut sebagai schema markup adalah kode yang bisa Anda tambahkan di konten untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian. Kode structured markup bisa menampilkan rating, waktu acara, bintang review, sampai harga produk.

Anda bisa menambahkan structured markup dengan mudah menggunakan plugin. Beberapa plugin structured markup yang bisa Anda gunakan adalah Schema Pro, WP Review, WP Product Review, dan All In One Schema Rich Snippet.

4. Dapatkan Featured Snippets

Anda juga pasti pernah menemukan hasil pencarian seperti di bawah ini:

Ini adalah cara meningkatkan CTR yang paling baik. Gambar di atas merupakan salah satu contoh featured snippets. Featured snippets adalah fitur hasil pencarian dari Google yang menampilkan jawaban singkat dari kata kunci yang dimasukkan oleh pencari.

Konten dari featured snippet diambil dari ringkasan halaman website yang menurut Google paling solutif dan sesuai dengan apa yang diinginkan pencari. Dalam banyak kasus, Google mengambil featured snippets dari konten peringkat pertama. Namun, tidak menutup kemungkinan featured snippet bisa diambil dari peringkat di bawahnya jika kontennya memang lebih solutif dibanding konten peringkat pertama.

Dengan mendapatkan featured snippets, Anda bisa mendatangkan lebih banyak organic CTR. Menurut penelitian Ahrefs, 8,6 persen organic CTR di halaman pertama diambil oleh konten dengan featured snippets.

Sayangnya, featured snippets bukan fitur yang bisa Anda atur sendiri. Tidak ada plugin atau kode yang bisa menambahkan featured snippets untuk Anda. Google akan menentukan secara sepihak konten mana yang layak mendapatkan featured snippets.

Walaupun begitu, bukan berarti tidak ada strategi untuk mendapatkan featured snippets. Berikut adalah beberapa tips agar konten Anda mendapatkan featured snippets:

Pertama, cek terlebih dahulu kata kunci yang ingin Anda targetkan. Coba cari kata kunci tersebut di Google dan lihat apakah ada konten yang mendapatkan featured snippets untuk kata kunci itu. Jika ada, kemungkinan untuk mendapatkan featured snippets lebih besar.

Kedua, jawab pertanyaan pencari dengan jelas di konten Anda. Misalnya, salah satu artikel saya yang membahas mengenai pengertian plugin. Di konten tersebut saya dengan jelas menerangkan apa itu definisi plugin dan fungsinya sehingga bisa mendapatkan featured snippet.

Ketiga, maksimalkan penggunaan heading (H1, H2, H3, dan H4) di konten Anda. Pastikan H2 Anda mengandung focus keyword yang Anda targetkan.

Keempat, buat alur konten yang terstruktur sehingga Google bisa memahami konten Anda dengan mudah.

Kelima, buat konten sedetail mungkin. Konten yang lebih detail dan lebih lengkap memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan featured snippets.

5. Jangan Kecewakan Pembaca Anda

Konten berkualitas rendah tidak akan pernah mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian Google. Sebab konten tidak berkualitas hanya akan mengecewakan pembaca. Pembaca akan kesulitan atau bahkan tidak bisa menemukan jawaban di konten berkualitas rendah.

Jika tidak puas dengan konten Anda, pembaca akan langsung meninggalkan website Anda sehingga akan meningkatkan bounce rate. Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja (Google Analytics).

Bounce rate yang tinggi mengindikasikan kualitas konten di halaman tersebut terlalu buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya. Semakin tinggi bounce rate, semakin buruk nilai website Anda di Google dan tentu akan berpengaruh pada organic CTR Anda.

Oleh karena itu, Anda harus memuaskan pembaca dengan konten berkualitas sehingga betah membaca, bahkan membaca konten-konten lain di website atau blog Anda.

Berikut adalah beberapa tips membuat konten yang menarik untuk pembaca:

Pertama, bagi artikel Anda menjadi paragraf-paragraf yang singkat. Paragraf yang terlalu panjang akan membuat pembaca cepat lelah dan kesulitan menemukan poin utama dari artikel Anda. Sebaiknya buat satu paragraf tidak lebih dari tiga kalimat.

Kedua, tambahkan media visual untuk memudahkan pembaca memahami konten Anda. Terdapat berbagai macam media visual yang bisa Anda manfaatkan, dari gambar ilustrasi, foto, infografik, atau video embed dari youtube.

Ketiga, pastikan konten Anda solutif dan menjawab pertanyaan pembaca. Orang melakukan pencarian di Google untuk mendapatkan jawaban dari persoalan yang mereka alami. Kalau mereka tidak menemukan jawaban dari konten Anda, tentu mereka akan beralih ke konten dari website lain yang lebih solutif.

6. Monitoring Konten

Semua orang tentu berharap kontennya akan mendapatkan organic CTR dan page one dalam satu kali percobaan. Idealnya memang seperti itu. Padahal, dalam praktiknya tentu banyak situasi dan kondisi di luar perkiraan anda.

Bisa jadi ada tren baru sehingga Anda harus mengupdate konten anda, kompetitor membuat konten yang jauh lebih baik dari konten Anda, tautan di konten rusak, atau gambar di konten Anda error. Apa pun bisa terjadi. Oleh karena itu, setelah menerbitkan satu konten, Anda perlu melakukan monitoring konten secara berkala.

Periksalah apakah konten anda kurang lengkap, gambar tidak muncul, tautan rusak, dan lain sebagainya. Pastikan konten Anda selalu berada dalam kondisi terbaik dan menarik sehingga tidak merusak pengalaman pembaca blog. Dengan memonitoring konten secara berkala, Anda bisa mengetahui mana konten yang perlu di perbaiki dan konten mana yang sudah cukup baik performa organic CTR-nya.

7. Gunakan Long Tail Keywords

Keywords menjadi salah satu bagian penting dalam Search Engine Optimization (SEO). Dengan mencari dan menggunakan long tail keywords yang tepat pada situs web, tentu ini akan meningkatkan volume trafik organik. Misalnya, saat pelanggan menelusuri “laptop terbaik di bawah lima juta rupiah” atau “gelang besi berwarna hitam”, kemungkinan besar mereka akan membeli daripada saat menelusuri “laptop” atau “gelang”. Jika kamu adalah produsen suatu produk, kamu akan mendapatkan CTR yang lebih berkualitas dengan long tail keywords. Ada banyak cara untuk mencari long tail keywords yang sesuai untuk kamu butuhkan. Kamu bisa menggunakan beberapa keyword researcher seperti Ahrefs, SEMrush, Google Search Console, atau plugin kata kunci lainnya.

8. Gunakan URL Deskriptif

Sudah banyak studi hingga SEO Expert yang mengatakan bahwa URL deskriptif itu penting dan berkaitan dengan tingkat click through rate yang diterima. Pengunjung cenderung lebih suka mengklik URL 

Pastikan kamu mengoptimalkan URL saat membuat halaman baru, dan jika perlu mengubah URL situs web tersebut sepenuhnya, tentu dengan cara yang SEO friendly.

9. Menambahkan dan Mengoptimasi Gambar

Nyatanya, menambahkan gambar yang menarik dan sesuai dengan konteks dapat meningkatkan engagement, terlebih di media sosial. Gambar memainkan peran penting sebab dapat menambah daya tarik pengunjung situs web. 

Menggunakan gambar, grafik, tangkapan layar, atau video yang relevan di laman dapat memberi informasi tambahan tentang topik yang ditulis. Selain akan meningkatkan kualitas CTR, tetapi juga membuat pengalaman membaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Bayangkan saja jika halaman situs hanya dipenuhi oleh tulisan, bukankah itu akan sangat monoton? Tak ayal pengunjung jelas langsung meninggalkan situs dan hal ini justru memicu kenaikan tingkat bounce rate yang tidak baik untuk situs web.

Namun menambahkan gambar yang relevan saja tidak cukup, kamu juga harus tetap mengoptimasinya. Saat gambar dioptimasi dengan baik, trafik pun akan bertambah. Untuk mengoptimalkan gambar dengan benar, kamu perlu memahami tiga elemen yang menyertai gambar di situs web:

Image Alt Text  - Image alt text pada gambar mendeskripsikan tentang apa gambar itu, baik untuk mesin pencarian maupun pengguna. Tanpa teks ini, mesin pencarian tidak bisa mengetahui bahwa gambar di halaman tersebut benda ataupun manusia. Alt text memberitahu mesin pencarian tentang gambar dan seberapa relevan mereka dengan konten pada halaman. Sehingga ini menjadi tugas pemilik situs web untuk membantu bot mesin telusur memahami gambar yang digunakan dengan menggunakan alt text. 

Image Title Judul - pada gambar memberikan informasi tambahan tentang gambar. Idealnya, kamu bisa menggunakan satu deskripsi untuk tag judul dan deskripsi lain untuk alt text. Penulisan judul gambar sama dengan menulis judul konten, yakni pastikan ringkas, jelas, dan berisi kurang dari lima puluh karakter serta relevan dengan gambar terkait.

Image Caption - Keterangan gambar ini adalah deskripsi gambar dalam bentuk teks. Jika kamu menggunakan gambar berlisensi, kamu dapat menggunakan teks ini untuk memberi kredit pada sumber atau pemiliknya. Misalnya, saat kamu mengambil gambar dari shutterstock.com, berikan rujukan melalui caption.

10.Tingkatkan Waktu Muat Halaman

Meskipun sebenarnya ini tidak terlihat seperti cara untuk meningkatkan organik click through rate, ini juga salah satu faktor penyebabnya namun memastikan situs kamu memuat secara cepat dapat menjadi faktor utama, loh, kenapa? Karena, klik hanya dihitung jika pengunjung benar-benar membuka situs web kamu. Jika waktu muat halaman lambat, klik mungkin sulit untuk terjadi.

Beberapa alat untuk memeriksa tingkat kecepatan situs web yaitu GTMetrix, Uptrends, Dotcom-monitor, Sucuri, Sematext dan Google pagespeed.

Kesimpulan :

Meningkatkan organic CTR bukanlah proses yang mudah dan bisa selesai dalam semalam. Diperlukan proses yang cukup lama, dari riset keyword sampai memonitoring konten, untuk mendapatkan angka organic CTR yang memuaskan..

Jika Anda baru menerbitkan konten artikel dan tidak langsung mendapatkan organic CTR tinggi, jangan menyerah. Lakukan evaluasi secara terus menerus dan benahi konten artikel Anda mengikuti tips dan trik di atas.

Dengan begitu konten Anda akan jadi jauh lebih baik kualitasnya dan kemungkinan untuk mendapatkan organic CTR tinggi lebih besar dan page one tentunya.

Demikianlah pembahasan tentang 10 Cara Meningkatkan CTR Website Anda. Jangan lupa ikuti blog saya dan jangan lewatkan artikel menarik lainnya. Selamat mencoba

Post a Comment for "10 Cara Meningkatkan CTR Website Anda"